Tekno

Hari Terakhir PPKM, Yogya Pecah Rekor Kasus Covid-19 Terendah

Hari terakhir Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 diwarnai pemecahan rekor kasus penularan Covid-19 terendah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Senin, 16 Agustus 2021.

“Penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 di DIY hari ini sebanyak 702 kasus, kasus aktif menjadi 26.193 kasus,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 DI Yogyakarta Berty Murtiningsih Senin.

Temuan kasus baru ini dari hasil pemeriksaan pada 3.027 sampel. Penurunan kasus baru ini menjadi yang terendah di DIY sejak hampir dua bulan terakhir. Wilayah DIY, terakhir mencatatkan tambahan kasus baru di bawah 800 kasus dalam sehari pada 26 Juni 2021 silam. Setelah itu kasus di wilayah itu terus meroket dari akhir Juni hingga awal Agustus, hingga sempat mendekati 3.000 kasus baru per harinya.

Selain kasus baru yang di bawah 800 kasus, kabar baiknya, tingkat keterisian ranjang rumah sakit rujukan Covid-19 baik kritikal (ICU) dan non-kritikal (isolasi) juga bisa ditekan di bawah 50 persen pada awal pekan ini.

“BOR ranjang kritikal saat ini 45,9 persen dan BOR ranjang non-kritikal saat ini 46,4 persen,” ujar Berty, yang menambahkan hari ini terjadi penambahan kasus sembuh sebanyak 1.181 kasus.

Jumlah kasus meninggal dunia pada Senin ini juga mengalami tren penurunan dengan bertambah sebanyak 36 kasus, sehingga total kasus meninggal menjadi 4.326 kasus.

Dalam tiga hari terakhir kasus kematian tercatat cukup tinggi, yakni pada 13 Agustus ada 65 kasus kematian, 14 Agustus ada 42 kasus kematian, dan 15 Agustus ada 81 kasus kematian.

Berty mengatakan distribusi kasus terkonfirmasi Covid-19 hari ini disumbang terbanyak masih dari Kabupaten Bantul 257 kasus, Kabupaten Sleman 217 kasus, Kota Yogyakarta 123 kasus, Kabupaten Gunungkidul 57 kasus dan Kabupaten Kulon Progo 48 kasus.

“Temuan kasus terkonfirmasi hari ini dari riwayat hasil tracing kontak kasus positif 637 kasus, periksa mandiri 35 kasus, skrining karyawan kesehatan dua kasus dan belum diketahui riwayatnya sebanyak 28 kasus,” kata Berty.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *