Gaya

Sate atau Tongseng Kambing Manjur Atasi Anemia? Ini Fakta yang Sebenarnya

Memasuki Hari Raya Idul Adha, kaum muslimin pasti tidak asing lagi dengan yang namanya penyembelihan hewan kurban mulai dari kambing, sapi bahkan kerbau sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.

Selain itu, penyembelihan hewan kurban sendiri sudah menjadi tradisi tahunan bagi masyarakat muslim Indonesia dimana pada saat itu kaum muslimin akan mendapatkan yang namanya kupon dan nantinya akan ditukar kepada panitia kurban dengan sekantong daging kurban.

Pada momen-momen tersebut tidak jarang masyarakat akan berbondong-bondong untuk mengolah daging tersebut menjadi berbagai jenis makanan yang enak, seperti sate, soto, gulai, rendang bahkan tongseng kambing yang tentunya akan menambah momen Hari Raya Idul Adha bersama keluarga lebih akrab.

Namun, sayangnya hingga kini masih banyak mitos yang simpang siur mengenai manfaat dari olahan daging kambing. Salah satunya dipercaya dapat mengatasi masalah anemia atau kekurangan darah.

Berbicara soal manfaat daging kambing bagi kesehatan, daging kambing termasuk salah satu makanan tinggi zat besi heme atau jenis zat besi yang lebih mudah diserap tubuh. Sehingga, bisa dikatakan benar bahwa daging kambing dapat mengatasi penyakit anemia karena kandungan zat besi di dalamnya.

Selain itu, keunggulan daging kambing sendiri termasuk jenis daging merah yang menyehatkan. Jika dibanding dengan jenis daging merah lainnya, daging kambing jauh lebih rendah lemak. Selain itu dalam setiap 330 gramnya, daging kambing hanya mengandung 2,58 gram lemak, sedangkan daging sapi mengandung 16 gram.

Sehingga, dapat disimpulkan bahwa daging kambing bisa dijadikan salah satu menu makanan sehat bagi penderita anemia. Namun, tetap saja penderita anemia juga harus memperhatikan makanan sehat lainnya seperti sayur, buah, dan kacang-kacangan.

Akan tetapi, perlu juga diperhatikan bahwa mengkonsumsi daging kambing tidak dapat serta merta menyembuhkan penyakit anemia, harus diperhatikan juga jenis dan tingkat keparahan anemia tersebut.

Sebab penyakit anemia juga terdiri dari beberapa jenis mulai dari anemia defisiensi asam folat, anemia defisiensi vitamin B12 kekurangan zat b, anemia hemolitik, perdarahan bahkan penyakit kronik.

SABAR ALIANSYAH PANJAITAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *